Pemkab Kotawaringin Barat Diminta Jaga Ruang Terbuka Hijau Berdampingan dengan Pasar Indra Sari

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 18 Oktober 2019 - 18:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Tengah meminta Pemkab Kotawaringin Barat, pedagang dan seluruh elemen masyarakat pedagang dan pembeli menjaga ruang terbuka yang berdampingan dengan Pasar Indra Sari.

"Ada korelasi antara bangunan pasar dengan infrastruktur yang sedang kita bangun, perlu menjadi perhatian bahwa aktivitas pasar tidak terlepas dari potensi sampah dan potensi perkembangan aktivitas lainnya," ujar Josua B Sihotang, perwakilan dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Tengah, saat menghadiri peresmian Pasar Indra Sari Blok A dan Blok B, di Pangkalan Bun, Jumat, 18 Oktober 2019.

Ia menyampaikan, ada pekerjaan atau kegiatan dari balai prasarana pemukiman wilayah Kalteng, dari Kementerian PUPR Pusat, yaitu dalam rangka pemabangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan kualitas permukimam kumuh yang dibiayai oleh APBN, lokasinya persis di sebelah barat bangunan pasar.

Kondisi pasar tersebut merupakan bangunan pasar non permanen yang dibangun menggunakan kayu. Kondisi tersebut membuat sekitar Sungai Buun secara visual terlihat kumuh akibat sampah dari aktivitas pasar, kemudian di seberang Sungai Buun terdapat permukiman padat penduduk dengan permasalahan utama seperti sampah dan sanitasi, dan masih terdapatnya jamban di atas sungai.

Maka dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah daerah dengan melakukan pembangunan Water Fr City, maka pihaknya melakukan pembangunan Infrastruktur dengan membuka ruang terbuka hijau.

Ruang terbuka hijau itu dilengkapai tempat sampah dan MCK Komunal sebanyak 8 unit, serta beberapa akses penyebrangan di atas sungai yang masih dalam proses pelaksanaan.

"Untuk itu atas pembangunan tersebut, harapannya citra kawasan Sungai Buun khususnya di lokasi ini dapat berubah, yang semula masyarakat melihat ini menjadi kawasan kumuh, menjadi daya tarik motivasi untuk berkunjung ke kawasan ini," ungkapnya.

Secara khusus diharapkan perubahan perilaku masyarakat di kawasan Sungai Buun agar tidak terdapat aktifitas MCK di atas sungai dan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.

Pada dasarnya infrastruktur yang dibangun adalah dalam rangka mengatasi kekumuhan dan mengubah citra kawasan sehingga dimohon untuk tidak tumbuh bercampur, baik pasar dan ruang terbuka.

"Berharap agar masyarakat dapat menjaga baik pasar maupun ruang terbuka hijau, sehingga sangat baik untuk dikunjungi," tandasnya. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru