Pembudidaya Ikan Keramba Diingatkan Waspada Musim Hujan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 20 Oktober 2019 - 14:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pembudidaya keramba ikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diingatkan agar waspada musim hujan. Terutama bagi yang membudidayakan ikan di sungai.

"Memasuki musim hujan seperti saat ini harus diwaspadai pembudidaya ikan, terutama yang memiliki keramba di sungai. Sebab, jika hujan deras terjadi dalam beberapa hari, bisa membuat ikan mati," kata Kepala Dinas Perikanan Kotim, Heriyanto, Minggu, 20 Oktober 2019.

Ikan mati tersebut bukan karena faktor hujan. Namun karena aliran air dari tanah yang sebelumnya bekas terjadi kebakaran hutan dan lahan mengalir ke sungai.

Belum lagi jika tanah tersebut bekas diracun oleh pemiliknya, maka zat-zat tersebut juga akan ikut mengalir ke sungai.

"Yang berbahaya itu bukan air hujannya, namun aliran air dari bekas tanah kebakaran," kata Herianto.

Antisipasi yang bisa dilakukan untuk menghindari ikan mati secara masal bisa dengan memisah ikan kecil ke tambak ikan di darat. Karena yang rawan terjadi kematian tersebut ikan kecil.

Sementara, bagi pemilik tambak ikan olahan di darat dapat mengantisipasi kematian dengan memperbanyak penaburan garam. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru