Bupati Sukamara Harapkan Kerajinan Batik Hidup di Masyarakat

  • Oleh Norhasanah
  • 21 Oktober 2019 - 13:46 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara Windu Subagio mengharapkan kerajinan batik dapat hidup di masyarakat, mengingat potensinya cukup tinggi dalam membangun perekonomian bagi ibu rumah tangga.

"Saya menginginkan ada kerajinan membantik didaerah kita, atau mengarahkan masyarakat untuk ikut membatik dan memproduksi batik khas Sukamara," harap Windu Subagio, Senin, 21 Oktober 2019.

Menurut Windu, kerajinan batik diyakini dapat menambah penghasilan ibu rumah tangga yang memiliki bakat dan kemampuan dalam membatik, sehingga hal tersebut perlu dihidupkan.

"Sehingga saya berharap agar Dekranasda dapat memprogramkan pelatihan membatik di tahun 2020 mendatang terhadap masyarakat kita," ujarnya.

Windu melanjutkan, harga batik saat ini bervariasi, tergantung cara pembuatannya, terlebih jenis batik tulis yang dihargai per meternya lebih mahal dari batik yang dibuat dengan cara cap atau sablon.

"Kalau batik tulis, misalnya dalam sehari ibu rumah tangga kita ini bisa membuat satu meter atau dua meterlah, sudah berapa uang yang dihasilkan, karena kita tahu untuk harga batik tulis ini bisa mencapai Rp 200 ribu lebih per meternya," tuturnya. (NORHASANAH/B-2)

Berita Terbaru