Penerima Program Bantuan Sosial di Kotawaringin Timur Terbanyak se- Kalteng

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 22 Oktober 2019 - 08:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan yang terbanyak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH), dengan total 18.761 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Kotim merupakan yang terbanyak di Kalteng untuk penerima BPNT dan juga PKH, yang mencapai 18.767 KPM," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnur, Senin, 21 Oktober 2019. 

Jumlah balasan ribu tersebut berdasarkan data by name by addres (BNBA). Dari jumlah 18.767 KPM tersebut, 11.226 KPM diantarany merupakan penerima PKH. Dengan jumlah yang cukup banyak tersebut, Pemerintah Kotim dan pusat terus konsen dalam menangani hal tersebut. Sehingga masyarakat kurang mampu dapat teratasi.

Jumlah tersebut cukup menjadi perhatian bagi pemerintah Kotim. Karena hal itu menunjukkan masih banyak warga di daerah ini yang kurang mampu. Sehingga dirinya berharap agar bantuan sosial tersebut bisa digunakan mereka untuk membuka peluang usaha ataupun hal lainnya. Agar dapat merubah kehidupan ekonomi mereka.

"Tentu hal ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat di Kotim yang kurang mampu. Dan mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut bisa merubah penghasilan mereka nantinya," harap Halikin. 

Dalam 1 tahun, jumlah uang yang diterima dalam program PKH berbeda-beda, dari yang terkecil yakni Rp 900 ribu per tahun, hingga yang besar yakni Rp 2,4 juta per tahun. Dengan komponen berbeda-beda, yakni balita, ibu hamil, anak sekolah dari SD hingga SMA, disabilitas, dan juga lansia.

Sementara, untuk program BPNT yakni berupa beras dan telur, dengan jumlah total yakni Rp 110 ribu. Dan itu merupakan bantuan untuk menjaga kecukupan gizi para KPM yang menerima bantuan tersebut.

"Jadi pemerintah tidak hanya memikirkan untuk kebutuhan ekonomi masyarakat saja, namun juga gizi pertumbuhan keluarga yang kurang mampu melalui program BPNT tersebut," terang Halikin.

Dirinya berharap agar program dari pemerintah tersebut bisa membawa dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, terutama para penerima manfaat di Kotim ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru