Santri Bukan Kaum Tradisional Tetapi Intelektual 

  • Oleh Norhasanah
  • 22 Oktober 2019 - 13:46 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Dalam momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 di Bumi Gawi Barinjam, Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi menegaskan, santri bukanlah kaum tradisional, melainkan kaum intelektual.

"Santri ini sebenarnya bukan kaum tradisional, tetapi masuk sebagai kaum intelektual, yang mempunyai integritas, karakter, keilmuan di bidang agama dan hal lainnya," ucap H Ahmadi saat diwawancari, Selasa, 22 Oktober 2019.

Ahmadi berharap, pesantren ke depannya dapat membawa perubahan-perubahan terhadap karakter anak bangsa yang ada di Indonesia agar menjadi lebih baik lagi, serta sebagai generasi penerus yang berakhlak mulia.

"Dengan adanya santri ini, apalagi dengan diperkuat oleh  payung hukum Undang-Undang, pesantren akan setara dengan pendidikan yang lainnya," ujarnya.

Dalam momen Peringatan Hari Santri 2019, diangkatnya tema santri Indonesia untuk perdamaian dunia. Isu tersebut diangkat dari fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian.

Ahmadi menambahkan, bahwa ada beberapa alasan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian, salah satunya adalah pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri.

"Lantaran jauh dari keluarga, santri terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong-royong sesama para pejuang ilmu," kata H Ahmadi. (NORHASANAH/B-2)

Berita Terbaru