Hadiah Hanya Amplop Kosong Pada Peringatan Hari Santri, Ini Penjelasan Pemkab Kotim

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 23 Oktober 2019 - 13:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Terkait beredarnya penyerahan hadiah berupa amplop kosong terhadap sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dapat penghargaan pada Hari Santri Nasional kemarin, membuat Pemkab Kotim angkat bicara. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Publik Dedy Purwanto, Rabu, 23 Oktober 2019 menjelaskan, amplop kosong tersebut sebagai hadiah simbolis dari pemerintah. Sedangkan uang penghargaan tidak diserahkan langsung karena adanya proses pertanggungjawaban terkait administrasi. 

"Jadi amplop tersebut hanyalah simbolis saja, sedangkan uang penghargaan akan diserahkan setelah proses administrasi selesai dilakukan," ujar Dedy Purwanto. 

Hal tersebut dilakukan sebagai proses pengelolaan keuangan daerah. Sehingga lebih mudah pertanggungjawabannya. Karena proses administrasi tidak bisa dilakukan secara singkat, apalagi penilaian dilakukan oleh banyak pihak dan pemenang juga baru diumumkan pada upacara hari santri nasional di halaman Pemkab Kotim tersebut. 

"Karena penilaian dilaksanakan oleh banyak pihak sehingga pengumuman baru disampaikan pada hari itu juga. Sehingga uang penghargaan akan diserahkan nanti setelah proses administrasi selesai," kata Dedy. 

Dirinya menerangkan, ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan kepada pondok pesantren. Yakni pondok pesantren terbersih, pondok pesantren terapi dalam administrasi, pondok pesantren teraktif bersosialiasi di masyarakat, dan pondok pesantren kooperatif. 

Dirinya berharap agar hal tersebut dapat dimaklumi oleh masyarakat. Karena pemerintah sendiri bukan tidak ingin menyerahkan uang penghargaan. Namun akan menyerahkan setelah proses administrasi selesai. 

Sebelumnya, beradar foto dan vidio di media sosial bahwa Pemerintah Kotim menyerahkan amplop kosong kepada para pemenang kategori penghargaan terhadap pondok pesantren, setealah upacara hari santri nasional, Selasa, 22 Oktober 2019 kemaren. Hal itupun menjadi perhatian pemerintah, karena mereka uang penghargaan tersebut baru akan diberikan setelah urusan administrasi selesai. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru