Pemkab Kotawaringin Barat Terus Berupaya Perbaiki Permasalahan Pasar Indra Sari

  • Oleh Wahyu Krida
  • 23 Oktober 2019 - 15:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pascaperesmian Pasar Indra Sari pada 18 Oktober 2019, masih terdapat beberapa permasalahan. Namun, Pemkab Kotawaringin Barat melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM terus berupaya memperbaiki.

Kepada www.borneonews.co.id, Rabu, 23 Oktober 2019, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat Muhammad mengatakan, berbagai keluhan pedagang yang diterima pihaknya secara bertahap diupayakan untuk dicari solusinya.

"Di antaranya masih terdapat permasalahan dalam distribusi air kepada pedagang. Lantaran kemarin mesin sedot air untuk mengisi tandon pada pasar cuma satu unit. Nah untuk itu kami mencoba menambah jumlah mesin sedot agar bisa mengisi air dengan lebih cepat di tandon," jelas Yadi.

Walaupun demikian, lanjut Yadi, masih ada lagi permasalahan lantaran belum adanya tower air pada pasar itu.

"Karena tempat meletakkan tandon di lantai 2 pasar masih sejajar dengan pedagang sehingga penditribusian air menjadi lemah. Mungin solusi sementara sebelum dibangun tower, tandon air tersebut diletakkan agak lebih tinggi," jelas Yadi.

Kemudian, menurut Yadi, adanya polemik tekait penempatan pedagang ikan di lantai 2, menurutnya hal tersebut sudah melalui kajian dan menindaklanjuti keinginan para pedagang.

"Karena selama ini, lantai dua pasar selalu sepi pengunjung. Maka permasalahan ini tidak berulang, lantas dipilih opsi agar pedagang ikan berada di lantai 2," jelas Yadi.

Yadi menjelaskan, konsep tersebut diadopsi setelah sebelumnya dilakukan studi banding ke Solo.

"Berdasarkan hasil studi banding yang dilakukan ke Kota Solo, diketahui bahwa pedagang ikan di Pasar Jebres juga berada di lantai 2. Untuk itulah kita mengadopsi hal tersebut di Kobar," jelas Yadi. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru