Keluarga 2 Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Sampit Serukan Perdamaian

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 24 Oktober 2019 - 16:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Keluarga dua orang korban dan pelaku pengeroyokan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyerukan perdamaian. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel, tokoh adat, tokoh agama, Kamis, 24 Oktober 2019.

"Intinya terkait hal ini kami sepakat menyerukan perdamaian. Karena anak saya dan seorang temannya sehat-sehat saja. Tidak ada luka atau hal apapun," kata Mulyadi, salah satu orangtua korban usai menggelar pertemuan di Polres Kotim. 

Mulyadi mengaku baru mengetahui kabar pada Rabu, 23 Oktober 2019. Namun, tidak mengetahui ada beredar anaknya menjadi korban penusukan. Karena saat kejadian, dia berada di kampung halamannya Desa Rantau Sawang, Kecamatan Telaga Antang, Kotim. 

Dan hari ini, dia langsung bertemu dengan anaknya di Polres Kotim. Dan melihat langsung kondisi anaknya. Diketahui, tidak ada luka ataupun bekas tusukan di sekujur tubuhnya.

"Jadi saya tegaskan bahwa informasi di media sosial ada penusukan terhadap dua orang anak tersebut tidak benar. Dan kami semua sudah sepakat damai," kata Mulyadi.

Dia juga memercayakan penanganan kasus pengeroyokan ke kepolisian. Pihaknya menerima dan tidak akan melakukan hal yang bisa mengganggu situasi kamtibmas di daerah ini.

"Semua kami serahkan kepada proses hukum yang berlaku. Dan jika harus ada hukum adat, juga kami serahkan sepenuhnya kepada Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim," terang Mulyadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru