Hasil Otopsi Nelayan Hilang Salah Satunya Telah Meninggal Lebih dari 15 Hari

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 27 Oktober 2019 - 15:06 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah dilakukan otopsi oleh Dokter Forensik RSUD Sultan Imanuddin Erianto, diketahui salah satu dari 3 nelayan yang hilang, bernama Subanrio alias Iban (41) dinyatakan telah meninggal dunia sekitar lebih dari 15 hari, sebelum akhirnya diketemukan.

"Kalau melihat kondisi jasad korban ini sudah meninggal lebih dari 15 hari dengan kondisi yang sudah membusuk," ujarnya, usai melakukan otopsi, Minggu, 27 Oktober 2019.

Erianto menyampaikan, jenazah Subanrio ini ditemukan di bibir pantai dengan tanpa kepala, serta kondisi yang hampir tertutup pasir, di Pantai Pulai Penambun, Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat, 25 Oktober 2019.

Termasuk dengan tulang dari pada lengan tangan kanan, bagian tungkai kaki bawah kanan dan kiri atau bagian daerah telapak dan punggung kaki tidak ada, kondisi tulang belulang tidak lengkap.

"Jenazah sudah teridentifikasi dengan keterangan dari pihak keluarga korban, berdasarkan dengan barang bukti yang kita temukan saat pemeriksaan," jelasnya.

Kata dia, adapun dua barang bukti yang sah, yaitu pakaian dan adanya identitas khusus pada tubuh korban. Identitas khusus yaitu identifikasi sekunder pada tanda lahir.

"Saya tidak bisa menduga penyebab apa yaang menimpa korban, sesuai dengan keilmuan saya tidak temukan tanda - tanda yang lain, jadi yang saya harapkan polisi dapat mendapatkan tulang tengkorak kepala korban, barulah nanti kita dapat tanda - tanda dari tulang itu," tandasnya.

Sebelumnya, pada 4 Oktober 2019, telah dikabarkan 3 orang nelayan hilang kontak, yaitu Irwansyah alias Dondoy (35 tahun), Sunarto alias Nato (35) dan Subanrio alias Iban (40) semuanya warga Jalan Perwira Gang Kenanga RT 10, Kelurahan Mendawai.

Semenjak hilangnya kabar korban, hingga kini terhitung 24 hari, jadi selama itulah petugas terus melakukan berbagai upaya pencarian kepada korban. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru