Ujian Sekolah Berbasis Komputer di Kotawaringin Barat Ditunda Hingga 3 Tahun Lagi, Ini Kendalanya

  • Oleh Wahyu Krida
  • 30 Oktober 2019 - 15:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di Kotawaringin Barat  yang rencananya bakal dimulai tahun 2020 akan tertunda, bahkan hingga 2 atau 3 tahun mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rosihan Pribadi, Rabu, 30 Oktober 2019 menjelaskan, kendala tersebut di antaranya ketiadaan listrik, jaringan internet hingga sarana dan prasarana (sarpras) komputer di sekolah tersebut.

"Karena dengan menggelar USBK, artinya tiap sekolah sudah memiliki sarpras komputer, listrik dan bisa mengakses internet," jelas Rosihan.

Sedangkan, lanjut Rosihan, saat ini baru 54 dari 73 sekolah setingkat SD dan MTs di Kobar yang memiliki kelengkapan tersebut.

"Kelengkapan sarpras tersebut biasanya digunakan saat menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Lantaran pelaksanaan UNBK merupakan kegiatan serentak secara nasional, maka sekolah yang belum memiliki sarpras tadi bisa menumpang di sekolah yan sudah memilikinya," jelas Rosihan.

Menurut Rosihan perlakuan tersebut tentunya tidak bisa dilaksanakan dalam pelaksanaan USBK, lantaran ujiannya  dilaksanakan oleh sekolah masing-masing dan bukan bersifat nasional .

"Berdasarkan hasil evaluasi, diperkirakan 2 hingga 3 tahun lagi pelaksanaan USBK bisa dilaksanakan di seluruh sekolah di Kobar. Artinya seluruh sekolah sudah berhasil memiliki peralatan komputer, listrik dan jaringan internet yang menjadi permaslahan selama ini," jelas Rosihan. (WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru