Software Monitoring dan Evaluasi Pemenangan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pembunuh Rekan Kerja Bersikap Aneh hingga Pernah Menuntut Ilmu Pesugihan

  • Oleh Naco
  • 30 Oktober 2019 - 19:42 WIB

BORNEONEWS, Sampit - YU, terdakwa kasus pembunuhan mengaku membunuh rekannya Toni, karena mimpi yang menghantuinya. Terdakwa juga menurut rekan-rekannya di Lapas Kelas IIB Sampit sering bersikap aneh hingga pernah menuntut ilmu hitam atau pesugihan.

Menurut pengakuan para tahanan di Lapas Sampit, terdakwa memang tidak terlalu bebas seperti rekan-rekannya sesama tahanan.

"Dia lebih banyak di dalam blok saja. Karena prilakunya sering aneh. Sering ngobrol sendiri, garuk-garuk kepala bahkan lengah sedikit saja petugas dia langsung ke penjagaan mau pulang katanya," kata salah seorang tahanan usai sidang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bahkan menurutnya, terdakwa kerap kali berucap ingin membalas dendam. Namun kepada siapa terdakwa tidak mengutarakannya secara jelas.

Saat hakim memintanya untuk banyak beribadah, terdakwa mengaku jarang beribadah lantaran jarang mandi. "Saya kotor yang mulia karena jarang mandi," ucapnya.

Selain itu kepada hakim, Yunus mengaku pernah ingin menuntut ilmu untuk pesugihan namun tidak jadi. Namun saat ditanya apakah dia ada memiliki ilmu terdakwa menyangkalnya.

Sementara itu, korban Toni tewas bersimbah darah dihabisi Yunus pada Minggu, 30 Juni 2019 di mess karyawan PT WSSL Dusun Natai Tabuk, Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Korban dibacok dengan kapak sebanyak 3 kali. Terdakwa berdalih sering mimpi buruk dan keluarganya akan dibunuh oleh seseorang melalui mimpinya itu. (NACO/B-11)

Berita Terbaru