Pria Hamili Keponakan Belum Dituntut

  • Oleh Naco
  • 01 November 2019 - 14:42 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Terdakwa SU alias HA tinggal menunggu tuntutan jaksa, atas perbuatannya menghamili keponakannya sendiri yang masih berumur 14 tahun.

"Kita masih menunggu rencana tuntutan (rentut) dari Kejati Kalteng. karena belum turun, belum bisa kami bacakan tuntutannya," kata jaksa Dewi Khartika, Jumat, 1 November 2019.

Sidang itu ditunda lagi, jika sudah turun jaksa menyebutkan akan segera membacakannya. Karena penundaan persidangan itu bukan kali pertama.

Dalam sidang terungkap, korban disetubuhi 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Perbuatan itu dilakukan sejak 2015 hingga November 2018 atau sejak korban duduk di bangku SD hingga SMP di kediaman terdakwa, pada salah satu desa di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Akibat perbuatannya itu, korban hamil. Bahkan saat terbongkar, korban sudah hamil selama enam bulan.  Korban disetubuhi berulang kali dan tidak bisa berbuat banyak atau melawan, lantaran diancam tidak akan diberi uang jajan.

Dalam kasus ini, SU didakwa dengan Pasal 81 Ayat (2) atau Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal  64 Ayat (1) KUHP. (NACO/B-11)

Berita Terbaru