Gadis Payung Berhijab Jadi Daya Tarik Bupati Kotim Open Race Motor Prix 2019

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 03 November 2019 - 17:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kesan wanita cantik dan seksi selalu menjadi daya tarik tersendiri di balap motor. Mereka adalah umbrella girl atau gadis payung, yang tidak pernah lepas dari dunia pacu kuda besi di tanah air ini. 

Namun ada yang berbeda pada event Bupati Kotim Open Race Motor Prix 2019, di Taman Kota Sampit, Minggu 3 November 2019. Karena sosok umbrella girl yang memagungi para pembalap mengenakan hijab. Hal itu sebagai upaya untuk menghilangkan kesan negatif pada gelaran event otomotif di daerah ini. 

"Kami ingin mengubah kesan negatif pada event ini sehingga gadis payung yang bertugas wajib mengenakan hijab," ujar Ketua Panitia Bupati Kotim Open Race Motor Prix 2019 Raihansyah, Minggu, 3 November 2019. 

Dirinya juga mengatakan, gadis payung berhijab tersebut juga sebagai lambang Kotim yang agamis. Dan apa yang dilakukan ini merupakan yang pertana di Kalimantan Tengah (Kalteng). 

"Kotim dikenal dengan daerah yang agamis sehingga hal itulah yang mendasari kami mewajibkan gadis payung gunakan hijab," terang Raihansyah. 

Gadis-gadis cantik berhijab dan berpayung dengan dandanan berpakaian tertutup namun tetap terlihat cantik, menambah hidup suasana adu cepat di sirkuit Taman Kota Sampit tersebut. Mereka terlihat tetap profesional dengan pekerjaan tersebut. 

Kehadiran merekapun tetap memberikan suasana yang menyegarkan bagi para penonton dan pembalap. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)

Berita Terbaru