Edy Pratowo Harapkan Pulang Pisau Tidak Lagi Dikambinghitamkan Terkait Karhutla

  • Oleh James Donny
  • 05 November 2019 - 18:36 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengharapkan Kabupaten Pulang Pisau tidak lagi dikambinghitamkan terkait kebakaran hutan dan lahan. 

Menurut Bupati ada empat kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan wilayah Pulang Pisau, dan 3 daerah di antaranya pada batas wilayahnya kerap mengalami kebakaran hutan dan lahan. Sehingga jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, Pulang Pisau yang akan selalu disebut, padahal kebakaran berada di banyak tempat juga di wilayah yang berdekatan juga dengan Pulang Pisau. 

"Kalau terjadi kebakaran biasanya kita mencari kambing hitam, apalagi Pulang Pisau sangat dekat dengan Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas," ujar Edy. 

Menurutnya wilayah yang berdekatan tersebut menjadi hal yang dilematis, sehingga perlu ada kerjasama dan koordinasi antar wilayah sehingga bencana kebakaran hutan dan lahan bisa segera ditangani. 

Masalah kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi pada musim kemarau yang sangat kering sehingga proses penanganannya menjadi tanggungjawab bersama. 

Hal tersebut dikatakan Bupati saat menyampaikan laporannya kepada Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, pada Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019 dan Strategi Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana Karhutla Tahun 2020.

Pada kesempatan itu, Bupati Edy Pratowo menyampaikan permohonan bantuan alat untuk penanganan karhutla kepada Gubernur terkait dengan peralatan di Kabupaten Pulang Pisau yang masih sangat terbatas. (JAMES DONNY/B-2) 

Berita Terbaru