Terjerat Utang Bisa Sebabkan Seseorang Ikut dalam Perdagangan Orang

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 05 November 2019 - 18:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Humas Polda Kalteng Kombes Henra Rochmawan mengatakan himpitan ekonomi berupa utang bisa menjadi salah satu penyebab seseorang menjadi korban perdagangan orang. Ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri atau dimanapun membuat seseorang bisa cepat tergiur dengan rayuan palsu dari para pelaku kejahatan kemanusiaan.

“Ya hutang atau masalah ekonomi lainnya bisa mudah sekali membuat orang mau ikut bekerja ke luar negeri dengan tawaran gaji tinggi. Pada hal itu sebenarnya dikibuli atau dibohongi,” ujar Hendra, Selasa 5 November 2019.

“Dalam pikirannya hanya bisa keluar dari jeratan hutang. Tidak ada yang lain. Sehingga daya kritisnya mati,” tambahnya.

Selain jeratan hutang, persoalan pendidikan juga menjadi salah satu masalah serius yang memudahkan para pelaku perdagangan orang untuk mudah masuk dalam perangkap kejahatan kemanusiaan berupa perdagangan orang.

“Masyarakat dengan tingkat pendidikan terbatas bisa sangat mudah dibohongi atau diimingi dengan pekerjaan berupah besar diluar daerah atau negaranya. 

“Karena kurang informasi dan pendidikan makanya mau-mau saja. Setelah sampai ditempat yang dijanjikan baru sadar diperlakukan sebagai budak, dijadikan sebagai pelacur, diperlakukan kasar dan lain sebagainya,” jelasnya.

Diakhir perbincangan, Hendra sangat mengharapkan semoga persoalan perdagangan orang di Provinsi Kalimantan Tengah tidak terjadi dan selalu diawasi.

Masyarakat atau siapapun diminta untuk kritis jika memang ada yang melakukan penawaran pekerjaan yang menggiurkan. (ARNOL/B-6)

Berita Terbaru