Jenazah Nelayan Hilang Asal Kelurahan Mendawai Kembali Ditemukan Tanpa Kepala dan Tangan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 06 November 2019 - 23:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jenazah yang diduga merupakan 1 dari 3 nelayan asal Kelurahan Mendawai yang hilang di laut 8 Oktober 2019 satu per satu mulai ditemukan. 

Setelah satu jenazah ditemukan 25 Oktober 2019 di perairan Kedawangan Kalimantan Barat, kembali 1 nelayan lagi ditemukan dalam kondisi tewas tanpa kepala dan tangan di Pantai Desa Sungai Cabang yang merupakan perairan Tanjung Puting, Rabu  6 November 2019 sektar pukul 11.00 WIB.

Pasca mendapatkan kabar, anggota Pos TNI AL Kumai bersama keluarga korban kemudian berangkat menuju lokasi penemuan jenazah menggunakan speedboat.

Setelah tiba di lokasi penemuan jenazah sekitar pukul 17.00 WIB, tim evakuasi kemudian kembali dan tiba di Pos TNI AL Kumai sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut Koptu TTU Rudi Sugara, anggota TNI AL menceritakan proses evakuasi jenazah tersebut.

"Saat kami tiba di lokasi, kami melihat beberapa bagian tubuh dari jenazah yang hilang. Di antaranya bagian kepala dan kedua tangan juga sudah tidak ada lagi. Hanya ada kaki kanan dan kiri. Pada bagian dada sudah berlubang dan  kondisinya sudah mengalami pembusukan," jelas Rudi.

Menurut Rudi, mayat tersebut dalam kondisi terlentang di perairan berlumpur dan sengaja diikat pada bagian kaki oleh nelayan yang menemukannya agar tidak hanyut ketempat lain.

"Saat ditemukan jenazah hanya menggunakan celana pendek ketat," jelas Rudi.

Rudi menjelaskan, berdasarkan penuturan keluarga korban yang turut melakukan evakuasi mengatakan, mereka meyakini bahwa jenazah tersebut adalah salah satu dari 3 nelayan  asal Kelurahan Mendawai yang hilang.

"Salah seorang keluarga korban sempat mengatakan bahwa pihaknya yakin bahwa jenazah tersebut adalah salah satu nelayan asal Kelurahan Mendawai yang hilang lantaran melihat bekas luka di bagian lutut kanan," jelas Rudi.

Pasca dievakuasi, jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru