Hanya 21% Posyandu Aktif di Pulang Pisau

  • Oleh James Donny
  • 08 November 2019 - 18:20 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Berdasarkan data tahun 2018, Posyandu di Pulang Pisau yang aktif hanya 21%  atau sebanyak 36 posyandu dari 164 posyandu. 

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau Muliyanto Budihardjo. Hal tersebut terang Muliyanto dilihat dari kehadiran Balita ke Posyandu rendah. 

Untuk menghidupkan kembali Posyandu yang tidak aktif tersebut Dinas Kesehatan Pulang Pisau berupaya melaksanakan sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan Ibu dan Balita untuk memberikan motivasi agar masyarakat mau mengunjungi posyandu untuk balitanya. 

Kunjungan ke Posyandu tersebut menurutnya sebagai salah satu yang harus dilakukan oleh masyarakat yang memiliki Balita dalam mencegah stunting. "1.000 hari pertama kehidupan mulai dari janin hingga bayi sebagai upaya yang ideal untuk pencegahan terjadi stunting, salah satunya ibu harus rajin mengunjungi posyandu hingga anaknya balita," katanya. 

Menurutnya masalah gizi seperti gizi buruk dan stunting masih menjadi persoalan besar yang perlu diatasi segera. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Terkait hal itu juga Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengharapkan peran Posyandu diefektifkan dalam rangka menangani masalah stunting yang menjadi program pemerintah pusat hingga di daerah. 

Program pencegahan stunting, terang Edy, menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Pusat untuk masa depan bangsa dan generasi mendatang. (JAMES DONNY/B-2) 

Berita Terbaru