Israel Segera Bangun Kereta Gantung di Yerusalem

  • Oleh Teras.id
  • 09 November 2019 - 08:16 WIB

TERAS.ID, Jakarta - Israel segera membangun kereta gantung yang menghubungkan Yerusalem ke Tembok Kota Tua dengan biaya mencapai US$ 63 juta atau setara Rp 882,9 miliar. Palestina marah besar atas pembangunan kereta gantung tersebut.

Komisi khusus yang dipimpin Kementerian Keuangan Israel telah memberikan lampu hijau untuk rencana membangun kereta gantung.

Menurut laporan Reuters, 7 November 2019, pembangunan kereta gantung itu mampu membawa sekitar 3 ribu turis dan peziarah setiap jam. Kecepatan kereta gantung dalam sekali perjalanan dari Jerusalem ke Tembok Kota Tua 4 menit.

Dengan pembangunan kereta gantung ini, menurut otoritas Israel, akan mengurangi kemacetan parah di kawasan yang menjadi tujuan turis dan peziarah rohani Kristen, Muslim, dan Yahudi.

"Ini proyek strategis untuk mempromosikan turisme ke Kota Tua Yerusalem," kata Zeev Elkin, Menteri Yerusalem dan Warisan.

Israel menambahkan, kereta gantung ini juga melayani warga Palestina di kota itu.

Pejabat senior PLO, Hanan Ashrawi, rencana pembangunan kereta gantung ilegal.

"Proyek kereta gantung Israel merupakan pelanggaran terhadap karakter budaya, sejarah, spiritual, geografik dan demografik Yerusalem," kata Ashrawi melalui Twitter.

Arkeolog, pemimpin LSM Emek Shaveh di Israel yang menentang pembangunan kereta gantung itu menyebut proyek ini sebagai proyek politik yang akan membahayakan sejarah kota Yerusalem.

Meski dihujani kritik, Israel menjadwalkan kereta gantung beroperasi tahun 2021. (TERAS.ID)
 

Berita Terbaru