Keluarga Menduga Kematian 2 Nelayan Mendawai Akibat Tindakan Kriminal

  • Oleh Wahyu Krida
  • 09 November 2019 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Misteri tewasnya dua dari tiga nelayan warga Kelurahan Mendawai Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyisakan tanda tanya besar bagi seluruh keluarga korban.

Menurut Fauziansyah, kakak ipar Subanrio yang jenazahnya ditemukan di Pantai Pulau Penambun Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan, Kalimantan Barat, 26 Oktober 2019 menduga kematian iparnya akibat tindakan kriminal.

"Terlebih saat ditemukan jenazah Irwansyah di pantai Desa Sungai Cabang, 6 November 2019. Kondisi kedua jenazah yang ditemukan di tempat berbeda tersebut sama, yaitu tanpa kepala dan tangan," jelas Fauziansyah.

Selain itu, lanjutnya, KM. Berkat Barokah yang digunakan para korban untuk melaut menggunakan bahan fiber.

"Bila kapal tersebut mengalami kecelakaan akibat cuaca, pastinya di sekitar koordinat hilang kontaknya kapal tersebut masih ditemukan puing atau benda dari kapal. Nah saat kami melakukan pencarian sehari setelah hilang kontak, di lokasi tersebut tidak ada satupun tanda-tanda bekas kapal tenggelam dan lainnya," jelas Fauziansyah.

Walau demikian, lanjut Fauziansyah, pihaknya saat ini menyerahkan penanganannya pada pihak kepolisian.

"Namun kami berharap, bila hasil visum telah dikeluarkan, kami bisa mendapatkan hasil yang serupa dengan yang dipegang penyidik kepolisian. Kemudian kami berharap agar misteri kematian anggota keluarga kami tersebut bisa diungkap. Karena banyak sekali kejanggalan yang secara jelas terlihat pada kondisi dua jenazah yang ditemukan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru