Ini Strategi Petani Desa Pangkan untuk Menanam Kakao

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 09 November 2019 - 17:00 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Petani Desa Pangkan, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur berencana membudidayakan tanaman kakao. Apalagi, tanaman ini diperkirakan akan mulai produksi atau menghasilkan buah pada tahun keempat setelah ditanam.

Petani pun menerapkan pola tanam khusus agar dapat memperoleh hasil dari kebun yang ditanami kakao, sebelum masa produksi tanaman penghasil cokelat itu.

Ketua Kelompok Tani Suka Maju Desa Pangkan, Mardani mengatakan lahannya yang akan ditanami kakao terlebih dahulu ditanami padi ladang dan pisang kepok.

Tanaman pisang kepok dipilih sebagai penaung tanaman kakao muda. Tanaman pisang akan memberikan penaungan setelah berusia 6 - 9 bulan.

"Tahun pertama dan kedua masih bisa panen padi dan pisang juga pada umur satu tahun sudah mulai panen. Jadi kita tetap mendapatkan hasil sambil menunggu kakao berbuah," kata Mardani, Sabtu, 9 November 2019.

Sementara, Kepala BPP Desa Paku, Asbel Serep menerangkan, tanaman pisang tidak mengganggu pertumbuhan kakao muda. Justru petani bisa memeroleh pendapatan sambil menunggu kakao berbuah.

Untuk kakao dengan jarak tanam 3 x 3 meter, sedangkan jarak tanam ideal pisang kepok sebagai tanaman pelindung adalah 3 x 6 meter. Setelah berumur satu tahun, tanaman pisang mulai berbuah dan dapat menghasilkan 1.000 tandan per hektare dalam satu tahun.

"Pisang juga baik bagi tanaman kakao karena berfungsi menjaga kelembaban tanah serta limbahnya mengandung unsur hara," pungkasnya. (BOLE MALO/B-11)

Berita Terbaru