Pakar IPB: Hampir Semua Sungai di Jabodetabek Tercemar Deterjen

  • Oleh Teras.id
  • 09 November 2019 - 20:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Ety Riani menyebut pencemaran sungai di DKI Jakarta sangat tinggi. Paling tinggi, kata dia, disebabkan oleh limbah domestik rumah tangga, salah satunya deterjen.

"Saya kira hampir semua sungai di Jabodetabek kandungan limbah deterjen-nya sangat tinggi," kata Ety saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 8 November 2019.

Pada Kamis, 7 November lalu, gumpalan busa putih memenuhi permukaan Kali Banjir Kanal Timur (BKT) di Ujung Menteng, Jakarta Timur. Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengatakan gumpalan busa yang mengambang di permukaan sungai BKT Ujung Menteng itu berjenis limbah deterjen.

"Jenisnya detergen. Kita sudah cek ke laboratorium untuk memastikannya dan tidak berbahaya," kata Kepala Satuan Pelaksana UPK Badan Air Dinas LH Jakarta Timur, Leo Tandino.

Deterjen itu diduga berasal dari endapan di dasar sungai dalam waktu yang lama, kemudian terangkat saat terjadi turbulensi di bawah pintu air. Busa tersebut muncul setelah sebelumnya petugas melakukan pembukaan pintu air untuk kegiatan pembersihan.

Mengenai hal tersebut, Ety sependapat dan menilai busa itu sangat bisa terjadi karena kandungan deterjen yang ada di sungai. "Bisa, tapi karena sungai biasanya langsung terbawa ke laut," kata dia.

Ety mengatakan ada 13 sungai di wilayah DKI Jakarta yang bermuara ke Teluk Jakarta. Setiap sungai membawa bahan pencemar dari hulu sampai hilir.

Salah satu sungai yang ditelitinya cukup lama adalah Sungai Ciliwung dengan mengukur kandungan limbah nitrat dan nitrit amonia, fenol dan detergen.

"Detergen itu sampai 900 kilogram per hari beban pencemarannya, berasal dari limbah domestik. Begitu sampai di Jakarta beban pencemarannya sudah jadi ton," ujarnya.

Ety mengatakan, hasil penelitiannya mengungkapkan tingkat pencemaran di wilayah hulu Sungai Ciliwung seperti Puncak masih rendah. Pencemaran makin tinggi setelah sampai di hilir. "Di Kota Bogor pencemaran Sungai Ciliwung sudah tinggi. Begitu sampai arah Jakarta makin tinggi," kata dia.

Berita Terbaru