Masih Ada 400 Orangutan Harus Pra-lepasliaran di BOS Nyaru Menteng

  • Oleh James Donny
  • 13 November 2019 - 16:06 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Saat ini masih ada 400 individu orangutan yang harus pra-lepasliaran di Pusat Reintroduksi Orangutan di Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya. "

Manager Konservasi Lingkungan dan K3 PT SSMS Tbk, Pengelola Pulau Konservasi Orangutan di Pulau Salat, Joko Trianto, Rabu 13 November 2019 mengatakan sebelum pelepasliaran pihak Borneo Orangutan Survival (BOS) membutuhkan pulau adaptasi.

Pulau Salat yang disediakan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (CBI Grup) dinilai menjadi tempat yang cocok bagi orangutan yang dalam proses reintroduksi.

"Pulau Salat dinilai cukup baik untuk adaptasi orangutan karena kecukupan pakan," terangnya. 

Di pulau ini bisa menampung sekitar 200 orangutan, namun secara bertahap sekitar 100 dalam 1 periode pra-pelepasliaran. 

"Pra-pelepasliaran ini sendiri berlangsung selama 1 - 2 tahun sebelum akhirnya para orangutan dilepasliarkan ke habitat aslinya," terangnya. 

Dia menyebut total orangutan di Pulau Salat saat ini berjumlah 27 individu dan akan menjadi 39 individu bersamaan dengan pemindahan kali ini.

Selain itu total orangutan yang sudah dilepasliarkan ke habitat alaminya dari Pulau Salat berjumlah 14 orangutan dan akan bertambah 6 orangutan lagi pada akhir tahun ini.

Yayasan BOS bekerja sama dengan PT SSMS bertanggung jawab untuk mengelola pulau yang terletak di delta Sungai Kahayan ini.

Hutan yang ada di Pulau Salat memliki luas lebih dari 2.000 hektare dengan 655 hektare diusahakan oleh Yayasan BOS dan lebih dari 1.000 hektare diusahakan oleh PT SSMS. 


TAGS:

Berita Terbaru