Kak Seto Dorong Polisi Proses Perundungan Siswa SMP Pekanbaru

  • Oleh Teras.id
  • 13 November 2019 - 23:32 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mendorong kepolisian agar terus melakukan proses hukum kasus perundungan MF, pelajar SMP di Pekanbaru, Riau yang dilakukan oleh rekan sekelas korban.

"Penegakan hukum harus tetap dilakukan," kata Kak Seto, usai bertemu dengan Wakapolda Riau Brigjen SY Hermawan, di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu.

Dari pertemuan yang turut dihadiri Dinas Sosial Riau dan Dinas Kesehatan Riau tersebut, kata Kak Seto, Wakapolda Riau juga meminta agar upaya pencegahan juga harus dikedepankan.

"Yang ditegaskan Bapak Wakapolda, yang penting bukan penindakan hukum saja, namun juga preemtif dan preventif," ujarnya.

Menurut dia, koordinasi lintas sektor melibatkan kepolisian penting dilakukan untuk mencegah hal serupa yang menimpa MF hingga harus menjalani operasi di rumah sakit akibat patah tulang hidung dan luka bagian kepala tidak terulang kembali.

MF, siswa kelas VIII SMP di Kota Pekanbaru mengalami perundungan yang dilakukan oleh tiga teman sekelasnya. Aksi itu bahkan disebut polisi terjadi pada saat jam belajar, Selasa (5/11) lalu. Sementara di dalam kelas juga terdapat seorang guru.

Menurut Kak Seto, sikap guru yang seakan membiarkan aksi perundungan itu juga sangat disayangkan. Seharusnya, kata dia, guru selain menjadi tenaga pendidik juga pelindung anak didiknya. Dia mengatakan selain tiga rekan korban yang kini menjadi terlapor, guru dan pihak sekolah juga harus bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

"Paling utama di situ, terutama guru yang di dalam kelas. Malah asyik main HP tidak ada tindakan tegas. Bahkan juga ada suara-suara agar kasus ditutupi dan intimidasi korban dan keluarga korban," ujar Kak Seto didampingi Ketua LPA Riau Ester Yuliani dan Ketua LPA Pekanbaru Kak Widi.

Usai menemui Wakapolda Riau dan membahas kasus perundungan dengan dinas terkait, Kak Seto merencanakan akan bertemu dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Pertemuan itu untuk mengetahui seberapa jauh pengawasan Dinas Pendidikan untuk mencegah aksi bullying di Kota Madani tersebut.

Sementara itu, kondisi MF yang telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit tampak masih lemah. Perban di kepalanya juga masih belum dilepas. MF juga terlihat masih sangat trauma dengan kejadian yang dialaminya tersebut.

Berita Terbaru