Kepala Sekolah Harus Bisa Aplikasikan Pola 4C dalam Pelaksanaan Tugas

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 15 November 2019 - 12:42 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebagai pemimpin pembelajaran seorang kepala sekolah dituntut bisa mengaplikasikan pola pembelajaran 4C dalam pelaksanaan tugas.

Hal ini ditekankan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Dewi Murnie Ibie saat membuka Diklat penguatan kepala sekolah, Jumat 15 November 2019.

"Pertama, kepala sekolah kreatif dan inovatif yaitu seorang kepala sekolah hendaknya memiliki sikap dan jiwa kreativitas yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar kepala sekolah mampu mencarikan solusi setiap tantangan yang dihadapi sekolah," paparnya.

Ia menuturkan kepala sekolah yang kreatif akan mampu menemukan berbagai terobosan baru dan ide baru yang bermanfaat bagi kepentingan pengembangan sekolah.

Sebab jiwa kreativitas muncul dari mereka yang memiliki pengetahuan, rasa tanggung jawab, dan percaya diri yang tinggi dalam mewujudkan hal-hal baru.

"Kedua, kepala sekolah yang komunikatif yaitu kepala sekolah yang mampu menciptakan pola interaksi yang harmonis dengan berbagai pihak. Sebab dalam pencapaian visi misi dan tujuan sekolah tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak," imbuhnya.

Menurutnya pola interaktif yang harmonis akan mampu menciptakan suasana kondusif.

Suasana kondusif tentu saja mempengaruhi terhadap iklim sekolah. Hal ini akan berdampak positif terhadap keberhasilan kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah.

Dia mengatakan kepala sekolah juga harus mampu menciptakan interaksi antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa serta antara siswa dengan sumber atau media pembelajarannya.

Pembelajaran berbasis interaktif akan membiasakan siswa untuk mampu dan terlatih dalam berkomunikasi dengan baik.

Berita Terbaru