Jalani Setengah Masa Hukuman, Napi Kasus Sabu Tewas Sakit Lambung

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 15 November 2019 - 17:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang narapidana atau napi dalam kasus sabu berinisial Si yang sedang menjalani setengah masa hukuman di Lapas Kelas II B Pangkalan Bun, meninggal dunia lantaran sakit lambung.

Kalapas Kelas IIB Pangkalan Bun Kusnan melalui Kasi Bina dan Giat Peni Hadi Sutrinso mengatakan, napi tersebut sudah sakit dan menjalani rawat jalan di rumah sakit Imanuddin, sebelum pada akhirnya meninggal di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sekitar pukul 18.30, Kamis, 14 November 2019.

"Meninggalnya Napi bukan karena hal lain, tetapi murni karena sakit lambung yang dideritanya," ujarnya melalui sambungan ponsel, Jumat, 15 November 2019.

Adapun kronologisnya ialah, Kamis, 14 November 2019, sekitar pukul 08.30 WIB, Suntari dilarikan ke RSUD oleh petugas Lapas Kelas II B Pangkalan Bun, untuk mendapat perawatan. Namun kondisi tubuhnya terus menurun dan dinyatakan meninggal di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sekitar pukul 18.30 WIB.

Diinformasikan, Napi itu sedang menjalani masa setengah hukuman. Ia dihukum penjara selama 5 tahun dengan Rp 800 juta rupiah, subsider 3 Bulan.

Diketahui dalam sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Napi Si diamankan anggota Polsek Pangkalan lada pada November 2017 di Bundaran Jagung Jalan Ahmad Yani Km. 26 Desa Sungai Rangit Jaya Kecamatan Pangkalan Lada. 

Saat digeledah didapati barang bukti 2 paket sabu. Diketahui ia merupakan seorang kurir sabu yang menerima imbalan sebesar Rp 150 ribu untuk setiap paket sabu yang diantarnya.

Terlepas hal tersebut, istri Napi bernama Yanti atas nama keluarga, mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak lapas, yang selama ini telah mengurus, merawat suaminya.

"Saya pun mengikhlaskan kepergian suami saya, dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak lapas yang telah merawat suami saya selama ini," tandasnya. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru