21 Program Legislasi Eksekutif Tidak Semua Diakomodir di 2020

  • Oleh Naco
  • 17 November 2019 - 15:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Badan pembentukan peraturan daerah  (Bapemperda) DPRD Kotawaringin Timur di tahun 2020 dibebankan banyak pembuatan raperda baru. Setidaknya dari usulan eksekutif, sudah ada 21 raperda baru. 

Ketua Bapemperda DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo mengatakan, 21 program itu tidak semua akan diakomodir di tahun 2020. Salah satu contohnya program legislasi periode lama masih menyisakan PR untuk bapemperda baru. Sehingga itu yang dahulu dituntaskan.

“Usulan eksekutif itu sudah 21, belum ditambah inisatif DPRD, setiap tahun paling tidak 5 sampai 9 perda yang dihasilkan melalui program inisiasi kami," kata Handoyo.

Untuk propemperda 2020 sudah dilakukan pembahasan awal sebelum nantinya pembahasan dilakukan secara khusus.

Handoyo mengatakan, pembentukan peraturan daerah membutuhkan peran bersama eksekutif dan legislatif. Satuan organisasi perangkat daerah terkait bidang peraturan daerah tersebut juga mempunyai andil untuk mendukung kelancaran pembahasan nantinya. 

Handoyo juga menekankan eksekutif tidak hanya bisa mengusulkan perda, namun yang terpenting itu penerapannya di masyarakat. Sebab, dia melihat masih ada sejumlah perda yang disepakati tidak dilaksanakan.

“Banyak perda kita jadi macan kertas saja, garang dalam naskah tetapi dalam pelaksanaanya justru tidak ada kelihatan. Ini persoalanya karena ulah dari eksekutif menganggap produk perda itu adalah hal yang biasa,” tandasnya.

Berkaitan dengan sikap pemerintah pusat yang akan mengevaluasi seluruh perda, Handoyo tidak ambil pusing. Sebab, setiap perda yang disah tentunya melewati mekanisme dan tahapan. (NACO/B-11)

Berita Terbaru