5 Pencuri Dihakimi Massa di Desa Amin Jaya Ternyata Spesialis Pencurian Walet

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 17 November 2019 - 18:45 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kelima tersangka pelaku pencurian dan kekerasan (curas) yang ditangkap dan dihakimi massa di Desa Amin Jaya, ternyata spesialis pencurian sarang burung walet. Saat pemeriksaan ditemukan beberapa sarang walet diduga hasil kejahatan.

Kapolres Kobar AKBP E Darma Ginting melalui Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Waris Waluyo mengatakan, saat penggeledahan juga ditemukan berbagai alat bukti senjata tajam dan peralatan yang digunakan untuk membongkar rumah sarang walet.

"Para pelaku ini memang spesialis sarang walet. Mereka melakukan aksi dengan mendata beberapa sarang yang memang jauh dari pemukiman penduduk," ujarnya, Minggu, 17 November 2019.

Demikian pula yang dilakukan oleh kelima tersangka sebelum beraksi di Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Namun saat mereka masuk ke dalam sarang walet, ternyata kosong. Mereka menduga korban Maryati telah menyimpan sarang tersebut di rumahnya. Kebetulan korban bersama suaminya  memang bertugas menjaga rumah sarang walet yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Kelima pelaku beranggapan bahwa korban baru saja memanen dan hasilnya disimpan di dalam rumah. Para pelaku masuk ke dalam rumah dengan harapan ingin menggasak hasil panen tersebut. Tetapi tidak berhasil menemukan," katanya.

Merasa tidak mendapat apa-apa, akhirnya kelima pelaku ini malah menggondol dompet milik korban yang di dalamnya berisikan uang Rp1 juta. Setelah tersangka mengambil uang ternyata korban keluar dari kamar dan melihat dua pelaku, lalu korban kembali masuk ke dalam kamar. 

Di dalam kamar ia melaporkan ke suaminya dan menelepon beberapa tetangganya. Akhirnya para pelaku dikejar warga dan ditangkap. Mereka pun dihakimi massa.

Seperti diketahui warga Desa Amin Jaya Kecamatan Pangkalan Banteng dikejutkan dengan adanya aksi pencurian dan kekerasan. Kelima pelaku diantaranya bernama Sod, UH, RH, RCI serta YS alias Dan dihajar massa hingga babak belur, Sabtu, 16 November 2019, sekitar pukul 04.30 WIB. Naas satu dari lima pelaku bernama YS alias Dan meregang nyawa.

"Pelaku telah diamankan pihak kepolisian dan masih dalam pendalaman," tandasnya. (DANANG/m)

Berita Terbaru