Terima Sertifikat RSPO, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri Binaan PT SSMS Tbk. Adakan Syukuran

  • Oleh Ainun Nadzifatus Sholikhah
  • 18 November 2019 - 09:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perjuangan 340 petani swadaya dari Desa Sungai Rangit Jaya dan Desa Kadipi Atas berbuah prestasi dengan menerima sertifikat RSPO. Atas prestasi tersebut, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) binaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mengadakan syukuran yang bertempat di KUD Karya Sari, Desa Kadipi Atas pada Jumat (15/11/2019).

Dalam pertemuan RSPO ke-17 di Bangkok, Thailand awal bulan lalu, asosiasi ini menerima sertifikasi RSPO untuk pertama kalinya.

Ketua APKSM, YB. Zainanto mengatakan bahwa “Keberhasilan ini tidak luput dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat, diantaranya para petani swadaya, seluruh unit ICS (Internal Control System), pengurus asosiasi dan tim pendamping dari SSMS”.

Prestasi sinergi APKSM dan SSMS ini patut dibanggakan karena proses persiapan yang terbilang cukup singkat dibandingkan dengan proses sertifikasi grup petani swadaya lainnya. Karena dalam kurun waktu kurang dari setahun sejak sosialisasi, asosiasi ini telah mampu mendapatkan sertifikat RSPO. Sedangkan informasi dari sharing dengan grup lainnya yang juga menerima sertifikat pada tahun ini, persiapan  yang dilakukan pun bervariasi yaitu mulai dari satu sampai dengan tiga tahun lamanya.

“Kami berharap para petani yang telah mendapatkan sertifikasi ini bisa menjadi inspirasi dan penggerak bagi petani swadaya lainnya. Sehingga mereka tertarik untuk ikut serta dalam program sertifikasi ditahap selanjutnya", ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, CEO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Vallauthan Subraminam meyampaikan komitmen perusahaan membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Melalui program sertifikasi smallholder,  perusahaan akan terus melakukan pendampingan kepada petani swadaya terkait praktek-praktek perkebunan sesuai dengan standar RSPO.  Selain itu, kami juga sedang merencanakan program-program berkelanjutan lainnya yang dapat menjadi nilai tambah bagi APKSM yang menjadi binaan SSMS. Hal ini karena sudah menjadi komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ucap Vallauthan saat dihubungi terpisah pada Senin (18/11/2019)

Sementara itu, Rudy Hendrarto selaku Head of Sustainability berharap bahwa hubungan antara SSMS dan asosiasi tidak berhenti sampai pada penerimaan sertifikat ini saja.

“Program ini tidak berhenti sampai pada perolehan sertifikat saja, tapi kami memiliki target hingga 1000 Ha pada tahun ini. Selain itu, program ini juga akan dilanjutkan di wilayah lain, sehingga hubungan antara perusahaan dengan asosiasi petani akan terus terjalin", ucap Rudy. (AINUN NADZIFATUS SHOLIKHAH/B-5)

Berita Terbaru