Pernikahan Dini Banyak Terjadi di Pedesaan karena Kebiasaan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 18 November 2019 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pernikahan dini yang banyak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini karena faktor budaya zaman dulu dan kebiasaan masyarakat, terutama di kawasan pedesaan. 

"Kebiasaan masyarakat pedesaan yang menikahkan anaknya meski masih di bawah umur. Itulah yang menyebabkan banyak pernikahan dini di daerah ini," kata Wakil Ketua I DWP Kalteng, Trisna Widianti Mofit Saptono di Sampit, Senin, 18 November 2019.

Dia menerangkan, kebiasaan masyarakat yang menikahkan anaknya setelah akil baligh dan ada yang melamar. Sehingga hal itulah yang menjadikan pernikahan dini cukup tinggi. 

"Yang paling banyak terjadi pernikahan dini di pedesaan. Karena sudah kebiasaan masyarakat, apalagi anaknya sudah ada yang melamar," kata Trisna. 

Sedangkan di perkotaan cukup jarang terjadi. Karena kebanyakan masyarakat di perkotaan lebih mementingkan pendidikan anak terlebih dahulu.

Kebiasaan tersebutlah yang hendak diubah. Salah satunya dengan lebih banyak melakukan sosialisasi. Sehingga pengetahuan masyarakat akan dampak pernikahan dini bisa lebih dipahami dan dimengerti. 

"Mudah-mudahan dengan banyaknya sosialisasi, makin bertambah pengetahuan masyarakat terkait dampak pernikahan dini," terang Trisna. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru