Aklamasi Pemilu di Munas Golkar Dinilai Akan Hancurkan Partai

  • Oleh Teras.id
  • 18 November 2019 - 22:02 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Djafar Ruliansyah Lubis menolak pemilihan ketua umum secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional atau Munas Golkar pada Desember 2019. Menurut Djafar, Golkar akan hancur bila kembali ke pola era masa lampau yang sejak reformasi telah ditinggalkan oleh partai itu, salah satunya mekanisme aklamasi dalam memilih ketua umum.

"Jadi, hentikan dan janganlah lagi kita gunakan mekanisme pola era Orde Baru," kata Djafar di Jakarta, Ahad 18 November 2019.

Menurut Wakil Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen Partai Golkar itu, sejak reformasi Golkar telah menjadi cermin politik demokrasi di Indonesia.

"Golkar yang pertama kali mempertontonkan kepada rakyat Indonesia soal demokrasi pemilihan pemimpin partainya dengan meninggalkan pola jadul sistem aklamasi," katanya.

Golkar, kata Djafar, juga partai politik pertama yang menggunakan sistem konvensi dalam menentukan pilihan calon presiden. "Hancurnya Partai Golkar jika kembali ke pola-pola era masa lampau yang sudah ditinggalkan.”

Sebaliknya, majunya Partai Golkar ada di tangan kadernya sendiri. “Bukan oleh orang luar atau lain." Oleh karena itu, ia menolak aklamasi dalam pemilihan ketua umum yang akan digelar dalam Munas Golkar, Desember mendatang.

Berita Terbaru