Selain Cuaca, Ini Faktor Penyebab Tenggelamnya Kapal Wisata di Sungai Kumai

  • Oleh Wahyu Krida
  • 19 November 2019 - 16:42 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - KSOP Kelas IV Kumai melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan kapal wisata yang tenggelam di Sungai Kumai akibat cuaca buruk pada Sabtu, 16 November 2019 lalu.

Kepala KSOP Kelas IV Kumai Wahyu Prihanto, Selasa, 19 November 2019 menjelaskan selain masalah cuaca, faktor struktur dan konstruksi kapal juga menjadi salah satu penyebab insiden tersebut.

"Berdasarkan penyelidikan kami, struktur dan konstruksi kapal wisata yang bisa dikategorikan sebagai kapal tradisional tersebut sebenarnya diperuntukkan 1 dek saja. Sebab, kapal tersebut terdiri dari 2 dek, dan dek atas ditutup terpal saat hujan, akibatnya kapal tersebut oleng saat tertiup angin yang sangat kencang," jelas Wahyu.

Terkait itu, setiap operator kapal diharapkan memperhatikan struktur dan konstruksi kapal, terutama saat kapal dibuat.

"Artinya bisa saja kapal tersebut terdiri dari 2 dek, asal ukuran lebar dan panjangnya disesuaikan. Sehingga saat tertiup angin kencang, daya stabilitas kapal masih baik dan tidak oleng," jelasnya.

Wahyu menjelaskan laporan dari pemeriksaan awak kapal dan melihat kondisi di lapangan, sudah disampaikan kepada Dinas Perhubungan Kobar.

"Rencananya nanti bakal ada pemeriksaan struktur dan konstruksi kapal tradisional, baik kapal wisata dan nelayan, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. Kegiatannya berupa pengukuran dan penghitungan ulang badan kapal tradisional. Saat ini kami masih membahas program tersebut dengan Dishub Kobar," jelas Wahyu.

Dia juga mengimbau kepada setiap operator kapal agar lebih memperhatikan kondisi cuaca, dengan secara rutin memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.

"Segala kegiatan yang menyangkut dengan pelayaran, baik itu penyeberangan, sungai danau dan laut wajib memperhatikan prakiraan cuaca. Agar pelayaran bisa dilakukan secara aman dan nyaman," jelas Wahyu.

Sebelumnya, kapal wisata Rimba Princess tengelam di Sungai Kumai, Sabtu, 16 November 2019 akibat cuaca buruk dan angin kencang di Sungai Kumai. Beruntung, 2 turis asal Kolombia dan 4 awak kapal berhasil selamat.  (WAHYU KRIDA/B-11)

Berita Terbaru