Skimming Teknik Bobol ATM Gasak Uang Nasabah Belasan Juta

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 20 November 2019 - 21:22 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tindak pidana pencurian bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Bahkan saat kita melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pun bisa menjadi korban salah satunya adalah teknik skimming.

Beberapa waktu lalu seorang nasabah BRI Arniansyah yang berdomisili di Palangka Raya mengaku kehilangan uang senilai Rp 19 juta dari akun banknya. Padahal dia sama sekali tidak melakukan transfer atau penarikan uang.

Pihak BRI Cabang Raya, Sugeng menanggapi jika masalah ini terjadi karena adanya pihak ketiga yang melakukan pembobolan dengan cara menduplikasi nomor kartu dan pin ATM milik korban.

Dia mengatakan teknik skimming terjadi saat pelaku menaruh alat di jalur masuknya kartu ATM.

Saat korban memasukkan kartu ATM-nya, maka alat tersebut akan meng-copy data nasabah melalui pita magnetik hitam yang ada di belakang kartu.

"Benar ada pembobolan. Tapi itu sudah kami selesaikan dan dari hasil investigasi dari pusat ketahuan jika itu bukan dilakukan oleh bank maupun nasabah, tapi pihak luar dengan skimmiing," jelas Sugeng, Rabu 20 November 2019.

Kejahatan pembobolan ATM dengan skimming seperti itu sering kali terjadi di kota-kota besar. Seperti Jakarta, Surabaya dan Bali.

Selain itu bukan hanya menyerang BRI saja, namun bank lainnya bisa menjadi target dari para pelaku.

Sementara itu Arniansyah mengaku jika sebelum melaporkan kasus hilangnya uang miliknya di akun BRI ke OJK dan Polresta Palangka Raya.

Dia sempat melakukan transaksi disalah satu ATM di Thamrin City Jakarta Pusat. Sejak saat itu dia menjadi salah satu korban skimming.

Berita Terbaru