Kasus Kayu Ilegal Seret Pembuat Dokumen Palsu Jadi Tersangka

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 21 November 2019 - 14:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembuat dokumen palsu diseret menjadi tersangka dalam kasus kayu ilegal yang diungkap Polda Kalteng. Kayu ilegal yang diangkut 8 truk itu berasal dari Muara Teweh tujuan Banjarmasin.

"Modus tersangka Nurdin, menggunakan berupa dokumen palsu yang dibuat Gazali, pegawai teknis kehutanan yang ditempatkan pada salah satu perusahaan di Kalteng," kata Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Manang Soebeti, Kamis 21 November 2019.

"Dokumennya memang ada tetapi di sistem yang terinput antara jumlah kayu riil dengan yang input itu beda. Karena sudah dimanipulasi oknum pegawai dari kehutanan. Palsu namanya," tambahnya. 

Menurut Manang, penggunaan dokumen palsu merupakan kerja sama antara pemilik kayu dengan petugas kehutanan. 

Modus yang dilakukan tersebut kadang mengelabui sopir yang hendak mengangkut. Mereka sama sekali tidak memahami dokumen tersebut palsu atau tidak. 

Saat dilakukan penangkapan, kedelapan sopir sama sekali tidak mengetahui adanya pemalsuan dokumen tersebut. Mereka hanya mengetahui ada dokumen sehingga berani diangkut. 

"Untuk sopirnya tidak ditetapkan sebagai tersangka. karena mereka sendiri juga tidak tahu kalau dokumen yang digunakan itu palsu," ujarnya. 

Terhadap kasus ini pihak kepolisian menetapkan dua tersangka, yakni Nurdin sebagai pemilik kayu dan Gazali sebagai pegawai teknis kehutanan. (ARNOL/B-11) 

Berita Terbaru