Dua Tersangka Kayu Berdokumen Palsu Terancam Minimal Lima Tahun Penjara

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 21 November 2019 - 17:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dua tersangka puluhan kubik kayu berbagai jenis yang berdokumen palsu terancam minimal lima tahun penjara. Itu disampaikan Kasubdit Tipiditer Ditreskrimsus Polda Kalteng, AKBP Manang Soebeti, Kamis, 21 November 2019.

"Untuk tersangka atas nama Nurdin dan Gazali kita jerat dengan UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan," ujar Manang. 

"Keduanya melanggar UU tersebut terkait pengangkutan, penguasaan hasil hutan berupa kayu tanpa dokumen resmi atau berdokumen palsu," tambahnya. 

Sementara itu, berkaitan dengan proses hukum terhadap kedua tersangka ini, Manang menjelaskan akan dipercepat agar segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Setelah ini tentunya ada beberapa tahap kita lakukan dan nantinya biar cepat diserahkan ke kejaksaan lalu ke pengadilan," jelasnya. 

Sekedar informasi, Nurdin dan Gazali merupakan tersangka kasus kayu ilegal. Penetapan tersangka oleh kedua orang tersebut berawal saat petugas Polda Kalteng mengamankan 8 truk bermuatan kayu ilegal di Jembatan Kahayan, Selasa 19 November 2019.

Dari hasil pengembangan, 8 sopir truk tersebut mengakui kayu berdokumen palsu tersebut milik Nurdin. Sedangkan dokumen palsunya dibuat Gazali sebagai tenaga teknis. (ARNOL/B-11)

Berita Terbaru