Ini Sosok Belva, CEO RuangGuru Staf Khusus Presiden

  • Oleh Inilah.com
  • 22 November 2019 - 06:20 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menunjuk 7 anak muda millenial untuk menjadi staf khususnya. Salah satunya adalah Adamas Belva Syah Devara. Belva merupakan Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder perusahaan rintisan dan aplikasi Ruangguru.

Berdasarkan data dari jejaring professional, LinkedIn, Belva menjadi salah satu dari 30 pengusaha muda berusia di bawah 30 tahun paling berpengaruh di Asia versi majalah Forbes. Kepiawaiannya dalam membangun bisnis dilatarbelakangi perjalanan akademisnya yang luar biasa.

Pada 2007, Belva mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Singapura untuk mengenyam pendidikan di Nanyang Technological University (NTU). Di sana ia berkesempatan untuk mendapatkan gelar ganda. Bidang bisnis dan ilmu komputer.

Semasa di NTU, Belva masuk ke dalam Double Deans List sebagai salah satu dari 5 persen mahasiswa berprestasi tinggi, selama tiga tahun.

Belva juga pernah menyabet tiga medali emas, yaitu Lee Kuan Yew Gold Medal, penghargaan paling bergengsi pada level universitas yang diperoleh karena selalu menduduki peringkat pertama di bidang akademik selama mengenyam pendidikan.

Kemudian, Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal, yakni penghargaan bagi mahasiswa yang memperoleh indeks prestasi kumulatif tertinggi di bidang ilmu computer dan Accenture Gold Medal, yakni penghargaan tertinggi bagi peraih IPK tertinggi di bidang bisnis.

Pada 2013, ia melanjutkan pendidikan masternya dengan mengambil gelar double degree di Stanford University dan Harvard University.

Di Stanford, ia mengambil gelar master administrasi bisnis, sedangkan di Harvard mengambil gelar master administrasi publik. Karena kepandaiannya, ia juga tercatat sebagai mahasiswa tamu di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Harvard Law School, Harvard Graduate School of Education, dan Harvard Medical School.

Pada 2011, ia pernah magang di Istana Kepresidenan, tepatnya pada Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), unit kerja yang dibubarkan Presiden Joko Widodo dan bermetamorfosis menjadi Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Saat itu, ia menyusun draf konsep aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR).

Sebagaimana diberitakan, Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang yang menjadi staf khususnya. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Jokowi menyebutkan, tujuh staf khusus yang baru ini berasal dari kalangan milenial. Ia berharap bisa mendapat masukan-masukan segar dari para pembantu barunya ini. Berikut nama-namanya:

Berita Terbaru