BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 8 Persen

  • Oleh Teras.id
  • 22 November 2019 - 12:56 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia atau BI memangkas proyeksi pertumbuhan kredit sepanjang 2019. Proyeksi dipangkas sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit sampai dengan September.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pada September 2019 pertumbuhan kredit berada pada angka 7,89 persen secara year on year (yoy). Kondisi ini tercatat melambat jika dibandingkan pertumbuhan per Agustus yang tumbuhnya mencapai 8,59 persen yoy.

Proyeksi yang dipangkas itu juga sejalan dengan melambatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sampai September, DPK hanya tumbuh 7,47 persen yoy, menurun dibandingkan  pertumbuhan Agustus 2019 yang sebesar 7,62 persen yoy.

"Kondisi ini dipengaruhi permintaan kredit korporasi yang belum kuat. Indikator berbagai aktivitas termasuk impor, bahan baku dan modal itu turun, karena memang ekspor pada kuartal I dan II turun, meski kuartal III membaik, tapi belum kuat," kata Perry di kantornya, Kamis 21 November 2019.

Dengan mempertimbangkan perkembangan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2019 sekitar 8 persen. Pertumbuhan itu diprediksi bakal ditopang oleh pertumbuhan DPK pada level yang relatif sama sekitar 8 persen.

Perry memandang, permintaan kredit yang melemah pada sektor korporasi tersebut, sejalan dengan prospek ekonomi dunia ke depan. Akibatnya, banyak perusahaan lebih mengambil kebijakan konservatif untuk melakukan ekspansi bisnis serta melakukan wait and see mengenai investasi.

Karenanya, Perry terus meyakinkan para pelaku usaha mengenai kondisi ekonomi ke depan, sehingga kredit bisa tetap tersalurkan. Apalagi, BI melihat fundamental ekonomi domestik masih kuat, sejalan dengan tingkat inflasi yang terjaga dan konsumsi yang masih tumbuh.

Berita Terbaru