Sopir Bus Sekolah Nikahi Korban Asusila di Lapas Sampit Bakal Lama Berpisah

  • Oleh Naco
  • 22 November 2019 - 13:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - AS alias AP (19), sopir bus sekolah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang merupakan terdakwa asusila, bakal lama berpisah dengan korban yang sudah dinikahinya di Lapas Kelas IIB Sampit.

Pasalnya, jaksa Arie Kesumawati menuntutnya selama enam tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara. Kendati saat tuntutan itu terdakwa menyatakan sudah menikahi siswi SMA yang masih berumur 16 tahun.

"Kami akan mengajukan pembelaan. Apalagi terdakwa sudah bertanggung jawab," kata Bambang Nugroho saat bersama Agung Adisetiyono, penasihat hukum terdakwa Jumat, 22 November 2019.

Perbuatan terdakwa diketahui pada 24 Juli 2019. Saat itu korban baru saja disetubuhi terdakwa di messnya, salah satu perusahaan sawit, di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Korban ketika itu diantar terdakwa mengambil motornya yang ditinggal di Jalan Jenderal Sudirman di sebuah warung kopi. Keduanya terkejut melihat di lokasi itu banyak laki-laki termasuk ayah korban. Hingga korban dan terdakwa dibawa ke kantor polisi. Saat diinterogasi terdakwa terus terang mengakui perbuatannya.

Mengetahui anaknya telah dinodai, meski suka sama suka, orangtua korban tidak terima. Mereka melaporkan warga asal Sulawesi Selatan itu.

Terdakwa juga mengakui perbuatan asusila itu bukan kali pertama dilakukan dengan korban. Mereka juga pernah bersetubuh sebanyak tiga kali pada 11 Juli 2019 di mess terdakwa.

Dalam kasus ini ia dijerat Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 terntang Perlindungan Anak menjadi UU.

Namun saat proses berjalan di Pengadilan Negeri Sampit mereka berdamai. Selain itu, sebelum sidang tuntutan, terdakwa menikahi korban di lapas.(NACO)

Berita Terbaru