Ayah Korban Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Tenggelam Anak

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 25 November 2019 - 13:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ayah korban tenggelam Danang Supriyanto (45) meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus anaknya Iswahyudi (22) yang tewas tenggelam di Sungai Mentaya, Dermaga Pelangsian, Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Saya minta agar polisi mengusut tuntas kasus kematian anak saya. Karena saya yakin ada yang mendorong anak saya hingga jatuh ke sungai," ujar Danang kepada wartawan saat berada di kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit, Senin 25 November 2019. 

Dia tidak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah anaknya yang ditemukan tewas mengapung di sungai.

Bahkan saat berada di kamar jenazah, dirinya nampak tidak mampu berjalan, dan harus dibantu keluarganya. Hal itu karena tidak menyangka anak keduanya tersebut ditemukan meninggal dengan cara tidak wajar. 

"Saya sanagat tidak menyangka anak saya mengalami hal seperti ini. Apalagi kesehariannya tidak pernah berseteru dengan orang," katanya. 

Dia menduga anaknya sengaja didorong oleh seseorang. Apalagi saat kejadian, pacar korban melihat langsung apa yang dilakukan oleh seorang pria terhadap anaknya. 

"Anak saya tidak merokok, apalagi minuman keras, sehingga saya yakin ada yang mencelakainya hingga jatuh ke sungai dan meninggal," terangnya. 

Sementara itu kejadian ini terjadi Sabtu, 23 November 2019 sekitar pukul 21.00 WIB. Baru ditemukan pada hari ini, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian dalam keadaan mengapung. 

Dari data yang dihimpun Borneonews.co.id, kejadian tersebut bermula ketika korban bersama pacarnya nongkrong di dermaga. Tiba-tiba datang seorang pria yang meminta rokok. Namun dirinya tidak bisa memberi, karena memang tidak merokok. 

Tetapi hal itu membuat pria tersebut menghidupkan korek api gas di depan mulut korban, sehingga langsung ditiupnya hingga padam.

Berita Terbaru