Festival Hadrah Tradisional untuk Ketahui Perkembangan Hadrah

  • Oleh Ramadani
  • 26 November 2019 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Festival hadrah tradisional sebagai upaya untuk mengetahui  efektivitas, tingkat perkembangan hadrah di kota maupun di desa  dan guna membangun rasa cinta terhadap budaya lokal indonesia pada umumnya.

Menurut, Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra, kesenian hadrah adalah salah satu kesenian khas Islami yang mendapat tempat di hati umat Islam. Seni “terbang” yang berirama menghentak, rancak, dan variatif  membuat kesenian ini banyak di gandrungi hingga detik ini.

Hadrah yang berasal dari Kota Banjar ini paling banyak diminati kalangan tua, muda, dan anak – anak  baik dikota maupun di desa-desa. Untuk diketahui Hadrah Al-Banjari masih tergolong jenis musik rebana yang mempunyai keterkaitan sejarah pada masa penyebaran agama Islam oleh Sunan Kalijaga di pulau Jawa, karena perkembangannya sangat cepat, kesenian ini sering kali digelar dalam acara–acara hari besar islam dan hajatan syukuran.

Alat rebananya sendiri berasal dari daerah timur tengah dan dipakai untuk acara kesenian. “Kemudian alat musik ini semakin meluas perkembangannya hingga ke indonesia, mengalami penyesuaian dengan musik tradisional baik seni lagu atau syair yang dibawakan maupun musik yang dimainkan,” ucapnya, Selasa 26 November 2019.

Demikian pula, lanjut dia, musik gambus, qasidah dan hadrah  adalah termasuk kesenian  yang sering menggunakan rebana. Keunikan dari musik rebana tradisional yaitu dimainkan dengan cara dipukul secara langsung oleh tangan pemain tanpa menggunakan alat pemukul, sehingga dapat dimainkan oleh siapapun untuk mengiringi nyayian dzikir atau sholawat yang bertemakan pesan – pesan agama sosial budaya.

Untuk itu, dia mengharapkan , para peserta lomba hadrah tradisional untuk tetap menjaga stamina dan kondisi kesehatan, agar bisa tampil prima, dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, disamping dapat memanfaatkan waktu luang untuk senantiasa berlatih sesuai dengan lomba yang di ikuti.

“Sebagai peserta lomba hadrah tradisional,  saudara / saudari adalah merupakan peserta terbaik pilihan perwakilan dari kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Barito Utara. Sebagai peserta jagalah sportifitas dalam berlomba jaga kekompakan, jaga sikap, jaga ketertiban agar lomba berlangsung lancar dan sukses,” pungkasnya. (RAMDAHANI/B-2)

Berita Terbaru