Sopir Angkutan Pembakar Lahan Terancam 4 Bulan Penjara

  • Oleh Naco
  • 26 November 2019 - 17:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - SR terancam hukuman selama empat bulan penjara atas kasus pembakar lahan. Atas tuntutan itu sopir angkutan material itu memohon keringanan.

"Mohon diringankan, Yang Mulia, saya menyesali perbuatan saya," kata SR, Selasa, 26 November 2019.

Atas pembelaan terdakwa, Jaksa Rahmi Amalia menyatakan tetap pada tuntutan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Ega Shaktiana menunda sidang selama sepekan untuk menjatuhkan putusan.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Rabu, 31 Juli 2019 sekitar pukul 09.15 Wib di pekarangan Gedung Labehu Jalan Suprapto Barat, Kelurahan MB Hilir, Kecamtan MB Ketapang, Kabupaten Kotim. Dalam kasus ini Slamet dijerat Pasal 188 KUHP.

Ia membakar tumpukkan kayu dan kertas. Saat ada angin, kertas yang dibakarnya itu berterbangan hingga ke lahan sekitarnya dan menyebabkan kebakaran lahan milik M Rizky.

Slamet melihat api membesar langsung ikut mematikannya. Tidak berapa lama datang petugas, bersama dengan terdakwa api berhasil dipadamkan.

Dalam kasus ini terdakwa tidak ditahan sejak proses hukumnya ditangani oleh penyidik kepolisian. "Sidang kita lanjutkan pekan depan," tandas hakim.(NACO/B-2)

Berita Terbaru