Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Tangerang Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Saham Emiten CPO Terdongkrak Demand CPO Domestik 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 27 November 2019 - 08:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Analis Artha Sekuritas, Nugroho Fitriyanto, menyatakan kenaikan harga saham-saham CPO didorong oleh sentimen kenaikan permintaan CPO domestik, baik di Indonesia maupun Malaysia. 

"Malaysia mulai tahun depan akan menerapkan program bahan bakar campuran biodiesel 20% (B20) yang telah dijalankan Indonesia sejak 1 September 2018," katanya dalam risetnya.

Sementara itu, permintaan domestik Indonesia juga diprediksi meningkat karena pemerintah akan menguji coba program bahan bakar campuran biodiesel 30% (B30) mulai pekan depan. Kemudian, pemerintah rencananya akan secara resmi memberlakukan program tersebut per 1 Januari 2020.

Di sisi lain, jumlah CPO dari segi pasokan berkurang karena late monsoon yang terjadi di Indonesia dan Malaysia turut memengaruhi produksi tandan buah segar (TBS) pada semester II tahun ini. 

"Sehingga dari dua hal itu, inventory CPO berpotensi turun dan dapat mendukung kenaikan harga CPO. Itu yang menjadi katalis positif utama saat ini," papar Nugroho.

Untuk jangka menengah dan jangka panjang, menurut Nugroho, investor perlu melihat signifikansi konsumsi CPO dari penerapan B30 di Indonesia dan B20 di Malaysia terlebih dahulu. 

"Secara historis, mandatori B20 di Indonesia cukup signifikan untuk boosting konsumsi domestik," ujarnya.

Sementara untuk jangka pendek, Nugroho menilai saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT London Sumatra Plantation Tbk (LSIP) cukup menarik. AALI dipilih karena memiliki yield produksi TBS yang paling tinggi di antara perusahaan-perusahaan lain di sektor yang sama, sementara LSIP dipilih karena memiliki posisi keuangan yang masih solid dengan utang yang rendah, serta extraction rate yang tinggi untuk produksi CPO.

Nugroho menambahkan, harga saham-saham CPO masih bisa naik lagi ke depannya. Pasalnya, adanya kenaikan harga CPO dan sentimen positif dari pasar berpotensi memperbaiki laba bersih emiten CPO.

Dari segi price book value ratio (PBVR), emiten CPO rata-rata masih berada kisaran 1 kali hingga 1,5 kali yang mayoritas masih berada di bawah rerata lima tahunnya. AALI memiliki PBVR 1,32 kali dan LSIP 1,15 kali. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru