Pemerintah Pusat Harus Buka Perdagangan Sektor Sawit

  • Oleh Naco
  • 01 Desember 2019 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Kotawaringin Timur, Pardamean Gultom  berharap agar pemerintah baik itu kabupaten dan provinsi bisa aktif mendorong pemerintah pusat untuk  mengupayakan membuka perdagangan terutama untuk sektor kelapa sawit di Kotim.

Menurut Gultom selama ini harga kelapa sawit masih terlalu rendah. Walaupun harganya membaik dari sebelumnya yang hanya Rp 500 per kilogram. 

Namun dengan dibukanya  perdagangan keluar negeri terutama ke Eropa maka diharapkan mampu mendongkrak harga kelapa sawit.


“Peran pemerintah kabupaten dan provinsi itu  jangan dianggap sepele untuk membuka keran perdagangan keluar negeri. Kita harus mengatasi bagaimana  agar embargo produk sawit dihapus, ini akan menggembirakan bila mana harga sawit meningkat, petani akan semakin sejahtera,” kata Gultom, Minggu, 1 Desember 2019.


Dia menganggap sawit sebagai salah satu sumber pendapatan  negara. Sawit menjadi devisa yang mana hasilnya bisa dipergunakan untuk negara. 

"Ya tidak dipungkiri hasil dari sektor kelapa sawit untuk penerimaan negara ini besar," tukasnya.

Dana itulah menurutnya yang dipergunakan untuk membangun negeri ini salah satunya. Jadi siapapun tidak menolak bahwa manfaat sawit untuk negara ini cenderung sangatlah besar.


Diakuinya dampak negatif dari sawit ini memang tidak bisa dihindari, terutama berkurangnya luasan hutan terutama di Kotim. Itu adalah harga mahal yang mesti dibayar hanya untuk mendapatkan kebun kelapa sawit. 

Kemudian konflik dengan masyarakat sekitar yang tidak pernah selesai juga bagian dari dampak hadirnya investasi yang saat ini tengah booming itu.(NACO/B-5)

Berita Terbaru