Menggarap Peluang Usaha dari Viralnya Bajakah

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 01 Desember 2019 - 17:40 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Langkah saya terhenti pada sebuah meja peserta Bazar Mini Komunitas Usaha Mikro Kecil Barito Timur di Kompleks Wisata Lewu Hante Pasar Panas Kecamatan Benua Lima, beberapa waktu lalu.

Saya penasaran dengan tulisan "Teh Celup Anti Kanker" pada kemasan plastik standing pouch yang dipajang rapi di atas meja bazar, beserta termos air panas dan perlengkapan lain untuk mencicipi teh bajakah.

"Ini teh bajakah, kami mulai membuat teh ini sekitar tiga bulan yang lalu," kata Nurmita, produsen teh bajakah mengawali perbincangan.

Viralnya informasi ke seluruh tanah air belum lama ini bahwa kayu bajakah dari Kalimantan Tengah dapat menyembuhkan penyakit kanker serta banyaknya pesanan bajakah dari berbagai daerah, menjadi peluang usaha yang menarik minat Nurmita untuk menggarapnya.

Bedanya, jika kebanyakan bajakah dijual dalam bentuk potongan-potongaan stik, Nurmita memilih untuk menjualnya dalam bentuk olahan yang dikemas sebagai teh anti kanker.

"Alhamdulillah, selama ini banyak pesanan dari luar daerah Kalimantan. Termasuk sampai ke Jayapura," paparnya.

Menurut Nurmita, untuk penjualan lokal biasanya menawarkan langsung kepada teman-teman. Sedangkan penjualan ke luar daerah, konsumennya terjaring lewat promosi yang dilakukannya di media sosial.

"Bahan baku bajakah masih mudah didapatkan di kebun milik sendiri. Demikian juga pengolahan hingga pengemasan teh pun masih dikerjakan sendiri. Hanya bahan kemasan plastik standing pouch yang dipesan dari luar daerah," kata Nurmita.

Setiap kemasan berisi 15 kantong teh celup bajakah, Nurmita menjual teh tersebut seharga Rp 50 ribu tiap kemasannya.

Peluang untuk mengembangkan usaha ini terbentang di depan mata. Namun, Nurmita juga harus menghadapi kendala calon konsumen yang ragu akan keaslian bajakah yang dikemasnya dalam bentuk teh celup.

Berita Terbaru