Ayah, Anak dan Keponakan Terdakwa Pengeroyok Satpam Sawit Minta Keringanan Hukuman

  • Oleh Naco
  • 03 Desember 2019 - 19:32 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  ES alias Dew dan anaknya OS serta keponakannya, Lucky Prasetyo, belum divonis hakim. Ketiga pengeroyok satpam sawit ini ajukan pembelaan atau pledoi.

Dalam pembelaannya mereka minta keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai oleh Paisol, Selasa, 3 Desember 2019.

"Mohon diringankan, Yang Mulia," kata Dew yang juga di hadapan Jaksa Dewi Khartika.

Dew beralasan sudah terus terang mengakui perbuatannya. Ia mngaku menyesal serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Ia juga mengaku sebagai tulang punggung keluarga.

Sebelumnya Dew Cs dituntut 1,5  tahun penjara oleh Jaksa Dewi Khartika. Perbuatan terdakwa sebagaimana Pasal 170 Ayat (1) KUHP.

Perbuatan Dew bersama OS dan LP itu dilakukan pada Kamis, 4 Juli 2019 lalu sekitar pukul 16.00 WIB di Blok D 65/66 PT Katingan Indah Utama (Makin Group).

Penganiayaan itu berawal saat terdakwa OS, LP (berkas terpisah), pelaku anak bersama ES alias Dew dan tiga pelaku DPO lainnya mengeroyok korban Taufik Rahman alias Kris yang didahului penganiayaan yang dilakukan Oby.

OS mencekik dan memukul korban kemudian ia menyuruh pelaku anak yang merupakan adiknya menjemput ayahnya ES. Kemudian mereka datang menghampiri korban dan Dew menganiaya korban. Korban dipukul oleh terdakwa dan pelaku lainnya

Akibat kejadian itu korban alami luka dan melaporkan perbuatan para pelaku itu. OS Cs sempat kabur namun akhirnya diamankan dalam kasus tersebut.

ES merupakan warga Kuala Kuayan RT 11 RW 4, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim, yang juga bermukim di Jalan Pramuka Gang Menteng 2, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim.

Berita Terbaru