Bukan Karena Unsur Kesengajaan, PH Terdakwa Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Barito Utara Ajukan Pledoi, Ini Isinya

  • Oleh Agus Priyono
  • 03 Desember 2019 - 20:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Merasa kasus tindak pidana korupsi pembangunan jalan penghubung Sei Rahayu I -  Sei Rahayu, Kabupaten Barito Utara bukan karena unsur kesengajaan, penasihat hukum terdakwa Muhamad Sidik mengajukan nota pembelaan atau pledoi terhadap tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Suriansyah Halim sekalu penasihat hukum dari terdakwa Muhamad Sidik menyatakan jika dalam kasus korupsi ini, kliennya tidak melakukan tindak pidana ini karena kesengajaan tetapi karena faktor kelalaian.

Ia menjelaskan, jika kelalaian yang dilakukan oleh kliennya tersebut terletak pada pemberian kuasa kepada Hart Natalis selaku pelaksana pekerjaan pembangunan jalan penghubung tersebut.

Suriansyah menjelaskan, jika saja pihak notaris, ataupun dinas yang terkait dalam pembangunan jalan penghubung Si Rahayu I – Seo Rahayu tersebut memeriksa dengan cermat dan menyetakan ada kesalahan dalam prosedur dalam pemberian kuasa, tentu tidak akan berakhir seperti ini.

“kami akan ajukan pledoi, sebab kami lihat dalam perkara ini bukan sengaja tapi lalai. Lalainya itu dalam kategori peberian surat kuasa. Seandainya itu dibilang salah oleh pihak-pihak yang terkait, tentunya klien kami tidak akan memberikan surat kuasa saat itu melalui notaris. Tapi JPU mempunyai pandangan lain dalam perkara ini,” ujar Suriansyah usai persidangan, Selasa, 3 Desember 2019.

Terdakwa Muhamad Sidik  selaku Direktur PT. Ilhyamulik Bengkang Turan, dituntut penjara oleh JPU dengan hukuman selama 1 tahun 6 bulan oleh JPU. Pidana denda Rp 50 juta dengan subsidair 30 bulan penjara. Terdakwa Muhaman Sidik telah menitipkan uang sebesar Rp 25 juta, sehingga oleh JPU tidak  perlu lagi membayar uang pengganti yang juga senilai Rp 25 juta.

“Kami akan ajukan pledoi kami pekan depan. Dalam pleodi itu tentunya menjawab keberatan kami terhadap tuntutan JPU yang sudah dibacakan pada hari ini,” tandasnya. (AGUS/B-5)

Berita Terbaru