Begini Penjelasan Kepala Desa Jaar Terkait Warga Tinggal di Gubuk tak Layak

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 03 Desember 2019 - 21:20 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Jaar Kecamatan Dusun Timur, Arponi, memberikan penjelasan terkait warga RT 06 Desa Jaar bernama Tarman atau biasa dipanggil Ambon 59 tahun yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di sebuah gubuk.

"Perhatian dari desa kepada Ambon selama ini sudah cukup lumayan, pertama beliau pernah kita kasih bedah rumah, rumah yang sekarang itu diperbaiki hasil bedah rumah," kata Arponi, Selasa, 3 Desember 2019

Menurutnya bantuan bedah rumah diberikan tahun 2016 dari Dinas Sosial Kabupaten Barito Timur atas usulan dari Desa Jaar.

Jika dilihat kondisi dan ukuran rumah berlantai dan dinding papan dipinggir jalan provinsi yang ditempati Ambon, lebih pantas disebut gubuk daripada rumah karena ukuran bangunan utamanya hanya 3x3,5 meter dan tanpa dapur, WC maupun kamar mandi.

"Setiap bulan dapat raskin, sudah itu bantuan khusus lagi kita usulkan lewat Dinas Sosial baru sekitar tiga minggu dapat bantuan berupa selimut, dan peralatan mandi," imbuh Arponi.


Namun ketika ditanyakan bahwa barang-barang tersebut tidak ditemukan awak media saat berkunjung ke gubuk Ambon yang berjarak sekitar 200 meter dari kantor Desa Jaar, Kades Arponi beralasan biasanya pihak keluarga yang menerima bantuan tersebut.

"Yang bersangkutan (Ambon) kalau diserahkan langsung bantuan seperti beras dua karung, sering dijualnya sebagian," jelas Arponi.

Selama ini Pemerintah Desa Jaar, lanjutnya berada dalam dilema ketika membantu warga yang dalam kondisi seperti Ambon maupun warga yang lain yang berstatus Orang Dengan Gangguan Kejiwaan.

"Ini kendala kita di desa, kalau bantuan kita tahan dan atur penyerahannya nanti dikira orang kita ikut makan bantuan untuk warga miskin," keluh Arponi

Dia belum menemukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah yang terjadi pada warga miskin seperti Ambon dan yang lainnya.

Berita Terbaru