Kelangkaan Elpiji Subsidi Juga Sampai ke Desa

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 06 Desember 2019 - 09:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelangkaan elpiji  subsidi di Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya terjadi di daerah perkotaan tetapi juga di pelosok desa. Akibat dari kelangkaan ini berdampak pada harga yang mencekik orang miskin. 

"Masalah LPG subsidi ini memang selalu dikeluhkan dari waktu ke waktu. Di kota dan di desa sama saja keluhannya. Kalau bukan kelangkaan berarti harganya mahal," ujar Kabid Perdagangan dalam Negeri dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jenta, Kamis, 5 Desember 2019.

Mengatasi permasalahan LPG Subsidi ini, pemerintah provinsi sudah berupaya dengan sistem penyaluran melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

"Untuk di desa-desa sebenarnya pak Gubernur sudah mengeluarkan surat edaran penyaluran LPG subsidi melalui BUMDES, tetapi tidak maksimal dijalankan oleh pemerintah daerah kabupaten," ujarnya. 

"Bahkan ada instansi terkait di daerah yang sama sekali tidak mengetahui adanya surat edaran tersebut. Ini artinya mereka tidak proaktif untuk mengatasi permasalahan LPG di daerahnya masing-masing," tambahnya. 

Lebih jauh Jenta menegaskan langkah gubernur Kalteng untuk mengeluarkan surat edaran penyaluran LPG melalui BUMDES sebenarnya tepat dan sangat membantu kelangkaan LPG subsidi di desa yang selama ini dijual dengan harga mahal.

"Pak Gubernur sudah berupaya melalui BUMDES tetapi sekarang kembali lagi kepada teman-teman di daerah, pro aktif atau tidak. Kalau tidak ya kita akan mencoba mencari alternatif lain," pungkasnya. (ARNOL/B-7)

Berita Terbaru