Saham Garuda Masih Terbebani Kasus Onderdil Moge

  • Oleh Inilah.com
  • 06 Desember 2019 - 20:32 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Kasus penyelundupan onderdil moge dan sepeda masih menekan perdagangan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Pada penutupan sore ini, Jumat 6 Desember 2019, saham GIAA tertekan 2,4 persen ke Rp 484 per saham dari pembukaan di Rp 498 per saham.

Saham emiten penerbangan ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp510 per saham di awal sesi. Sedangkan level terendah di Rp 476 per saham menjelang penutupan.

Penunjukkan Direktur Keuangan GIAA, Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas direktur utama, belum mampu mengurangi sentimen negatif di saham BUMN yang sering bermasalah ini.

Saham GIAA masih terbebani kasus yang menyeret I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara yang harus kehilangan posisi dirut pertengahan pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Senin 2 Desember 2019, saham GIAA masih berada di Rp 540 per saham.

Saat itu, pemberitaan kasus onderdil moge dan sepeda di lambung pesawat Garuda mulai ramai di media.

Walaupun sudah muncul sejak akhir November 2019. Namun Bea Cukai belum mengungkap hasil investigasinya.

Saat ini, BUMN penerbangan sebanyak 60,5 persen sahamnya masih dikuasai pemerintah.

Sedangkan sebanyak 25,6 persen milik PT Trans Airways. Untuk saham publik sebesar 13,8 persen. Kapitalisasi pasar saham GIAA mencapai Rp 12,53 triliun dengan raso P/E 3.74. (inilah.com)

Berita Terbaru