28 KK Warga Desa Ujung Pandaran Belum Tempati Rumah Relokasi Akibat Abrasi

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 06 Desember 2019 - 22:32 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini masih ada 28 kepala keluarga warga Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang belum menempati rumah relokasi yang disediakan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya abrasi di Pantai Ujung Pandaran.

"Mereka masih menempati rumahnya, karena masih cukup jauh dari abrasi," ujar Sekretaris Camat Teluk Sampit, Muslih, Jumat 6 Desember 2019.

Ia menerangkan saat ini kodisi abrasi di Pantai Ujung Pandaran memang cukup parah.

Bahkan sebagian pantai sudah pustus akibat abrasi. Jalan di depan rumah betang juga sudah tergerus, sehingga cukup membahayakan ke depannya.

"Sudah ada yang putus jalan menuju kubah, sedangkan rumah warga yang sangat dekat dengan abrasi juga sudah dibongkar dan pindah mereka," katanya.

Saat ini pemerintah provinsi sudah membangun pemecah ombak di tepi pantai, namun panjanganya hanya sekitar 150 meter. Meski begitu pemecah onbak tersebut dianggap berhasil untuk mengantisipasi abrasi.

"Alhamdulillah pemecah ombak yang masih dalan tahap pembangunan ini cukup baik. Mudah-mudahan nantinya bisa ditambah lagi proyek tersebut, sehingga abrasi bisa tertangani," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru