IUCN: Kandungan Oksigen di Laut Makin Tipis, Ini Sebabnya

  • Oleh Inilah.com
  • 11 Desember 2019 - 00:16 WIB

INILAHCOM, Gland - Perubahan iklim dan sampah kompos menghabiskan kandungan oksigen dalam laut, demikian menurut kajian yang digelar oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Penelitian tersebut menyatakan bahwa saat ini kehidupan biota laut terancam akibat minimnya oksigen di lautan.

Dampak sampah kompos terhadap kandungan oksigen di laut sejak lama telah diketahui komunitas ilmuwan. Namun, berdasarkan temuan terbaru, kenaikan suhu dunia juga membuat oksigen di laut semakin tipis.

Merujuk penelitian IUCN, sekitar 700 kawasan laut kini kekurangan oksigen. Angka itu meningkat berkali lipat dibandingkan dekade 1960-an yang hanya mencapai 45 perairan.

Para ilmuwan di IUCN menyebut kandungan oksigen yang tipis itu akan mengancam sejumlah spesies ikan, termasuk tuna, marlin, dan hiu.

Sampah kompos dari peternakan dan industri perikanan masih dianggap sebagai pemicu utama menurunnya kadar oksigen di laut. Sampah ini disebut peneliti mengeluarkan nitrogen dan fosfor.

Bagaimanapun, kondisi itu diperburuk perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Kadar karbon dioksida yang semakin tinggi mempertinggi efek rumah kaca. Laut pun secara tidak langsung semakin sering menyerap suhu panas. Konsekuensinya, air laut yang hangat tak mampu mempertahankan banyak oksigen.

Sejumlah akademisi memperkirakan, selama 1960 hingga 2010, jumlah oksigen yang larut ke dalam air laut menurun 2 persen.

Dalam skala global, persentase itu terlihat tidak tinggi. Namun, di sejumlah daerah tropis, penurunan mencapai angka 40 persen.

Berita Terbaru